Non Fiksi
Segera Terbit
Non Fiksi
Segera Terbit
SEJARAH BERDIRINYA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DI KABUPATEN LAMANDAU
Cari Publish Jaya SEJARAH BERDIRINYA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) DI KABUPATEN LAMANDAU di Google
ISBN Cetak
Dalam Proses
Dalam Proses
eISBN / ISBN Digital
—
Belum Diajukan
Buku CetakRp50.000
Sinopsis
Sejarah Berdirinya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Lamandau merupakan buku yang mendokumentasikan perjalanan awal hingga perkembangan PSHT di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Buku ini mengangkat kisah para perintis, proses terbentuknya latihan, perkembangan warga, hingga perjalanan organisasi PSHT hingga memiliki struktur cabang dan ranting di wilayah Lamandau.
Kehadiran PSHT di Lamandau tidak terlepas dari perjuangan para tokoh awal, salah satunya Mas Hantoro yang menjadi salah satu pelopor perkembangan PSHT di wilayah tersebut. Setelah menetap di Lamandau, beliau mulai memperkenalkan dan mengembangkan latihan PSHT. Dari kegiatan latihan yang pada awalnya dilakukan secara sederhana, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk mempelajari pencak silat sekaligus memahami nilai-nilai persaudaraan yang diajarkan.
Perjalanan perkembangan PSHT di Lamandau tidak selalu berjalan mudah. Para pelatih dan siswa menghadapi berbagai tantangan, tetapi semangat untuk mempertahankan latihan dan mengembangkan persaudaraan membuat kegiatan tersebut terus berjalan. Seiring waktu, latihan PSHT mulai berkembang ke berbagai wilayah dan melibatkan lebih banyak anggota, baik laki-laki maupun perempuan.
Perkembangan jumlah warga kemudian mendorong terbentuknya organisasi yang lebih terstruktur. PSHT Lamandau pada awalnya berada dalam naungan Cabang Pangkalan Bun, sebelum akhirnya berkembang menjadi cabang tersendiri. Sejumlah ranting dan komisariat kemudian terbentuk di berbagai wilayah sebagai bagian dari perluasan organisasi dan pembinaan warga.
Buku ini juga menguraikan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh ranting dan cabang, mulai dari kegiatan latihan, pembangunan padepokan, Jumat Legi, pengesahan warga, pembinaan atlet, penyelenggaraan PSHT Cup, hingga berbagai kegiatan sosial dan organisasi. Semua kegiatan tersebut menunjukkan adanya semangat gotong royong, kebersamaan, pengabdian, dan persaudaraan di antara warga PSHT.
Selain perkembangan organisasi, buku ini memberikan perhatian terhadap peran perempuan melalui pembentukan Srikandi Lamandau. Kehadiran Srikandi menjadi wadah bagi warga perempuan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi dan turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan PSHT di Lamandau.
Pada akhirnya, buku ini tidak hanya menjadi catatan mengenai sejarah berdirinya PSHT di Kabupaten Lamandau, tetapi juga menjadi dokumentasi perjuangan para pendahulu yang telah membangun dan mengembangkan organisasi. Kisah tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran, pengingat sejarah, serta dorongan bagi generasi berikutnya untuk menjaga persaudaraan dan meneruskan perjuangan dalam mengembangkan PSHT.
Kehadiran PSHT di Lamandau tidak terlepas dari perjuangan para tokoh awal, salah satunya Mas Hantoro yang menjadi salah satu pelopor perkembangan PSHT di wilayah tersebut. Setelah menetap di Lamandau, beliau mulai memperkenalkan dan mengembangkan latihan PSHT. Dari kegiatan latihan yang pada awalnya dilakukan secara sederhana, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk mempelajari pencak silat sekaligus memahami nilai-nilai persaudaraan yang diajarkan.
Perjalanan perkembangan PSHT di Lamandau tidak selalu berjalan mudah. Para pelatih dan siswa menghadapi berbagai tantangan, tetapi semangat untuk mempertahankan latihan dan mengembangkan persaudaraan membuat kegiatan tersebut terus berjalan. Seiring waktu, latihan PSHT mulai berkembang ke berbagai wilayah dan melibatkan lebih banyak anggota, baik laki-laki maupun perempuan.
Perkembangan jumlah warga kemudian mendorong terbentuknya organisasi yang lebih terstruktur. PSHT Lamandau pada awalnya berada dalam naungan Cabang Pangkalan Bun, sebelum akhirnya berkembang menjadi cabang tersendiri. Sejumlah ranting dan komisariat kemudian terbentuk di berbagai wilayah sebagai bagian dari perluasan organisasi dan pembinaan warga.
Buku ini juga menguraikan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh ranting dan cabang, mulai dari kegiatan latihan, pembangunan padepokan, Jumat Legi, pengesahan warga, pembinaan atlet, penyelenggaraan PSHT Cup, hingga berbagai kegiatan sosial dan organisasi. Semua kegiatan tersebut menunjukkan adanya semangat gotong royong, kebersamaan, pengabdian, dan persaudaraan di antara warga PSHT.
Selain perkembangan organisasi, buku ini memberikan perhatian terhadap peran perempuan melalui pembentukan Srikandi Lamandau. Kehadiran Srikandi menjadi wadah bagi warga perempuan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi dan turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan PSHT di Lamandau.
Pada akhirnya, buku ini tidak hanya menjadi catatan mengenai sejarah berdirinya PSHT di Kabupaten Lamandau, tetapi juga menjadi dokumentasi perjuangan para pendahulu yang telah membangun dan mengembangkan organisasi. Kisah tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran, pengingat sejarah, serta dorongan bagi generasi berikutnya untuk menjaga persaudaraan dan meneruskan perjuangan dalam mengembangkan PSHT.
Highlight Buku
* Sejarah awal masuknya PSHT di Kabupaten Lamandau.
* Peran para pelopor dalam memperkenalkan PSHT kepada masyarakat.
* Perjalanan latihan dan proses pengesahan warga PSHT.
* Tantangan yang dihadapi para pelatih dan siswa dalam mengembangkan latihan.
* Perkembangan latihan PSHT ke berbagai wilayah di Lamandau.
* Perubahan PSHT dari kelompok latihan menjadi organisasi yang semakin terstruktur.
* Perkembangan Ranting Bulik dan ranting-ranting lainnya.
* Terbentuknya Cabang PSHT Kabupaten Lamandau.
* Berbagai kegiatan dan usaha nyata yang dilakukan oleh warga PSHT.
* Pembangunan padepokan sebagai bentuk gotong royong dan kebersamaan.
* Kegiatan Jumat Legi dan kegiatan ke-SH-an.
* Pembinaan atlet dan penyelenggaraan PSHT Cup.
* Pengesahan dan wisuda warga PSHT.
* Pembentukan ranting dan komisariat baru.
* Perkembangan PSHT di Ranting Delang.
* Pembentukan dan kontribusi Srikandi Lamandau.
* Pelaksanaan Parapatan Cabang sebagai bagian dari proses organisasi dan regenerasi kepemimpinan.
* Semangat persaudaraan, pengabdian, pengorbanan, disiplin, gotong royong, dan pelestarian nilai-nilai luhur PSHT.
* Peran para pelopor dalam memperkenalkan PSHT kepada masyarakat.
* Perjalanan latihan dan proses pengesahan warga PSHT.
* Tantangan yang dihadapi para pelatih dan siswa dalam mengembangkan latihan.
* Perkembangan latihan PSHT ke berbagai wilayah di Lamandau.
* Perubahan PSHT dari kelompok latihan menjadi organisasi yang semakin terstruktur.
* Perkembangan Ranting Bulik dan ranting-ranting lainnya.
* Terbentuknya Cabang PSHT Kabupaten Lamandau.
* Berbagai kegiatan dan usaha nyata yang dilakukan oleh warga PSHT.
* Pembangunan padepokan sebagai bentuk gotong royong dan kebersamaan.
* Kegiatan Jumat Legi dan kegiatan ke-SH-an.
* Pembinaan atlet dan penyelenggaraan PSHT Cup.
* Pengesahan dan wisuda warga PSHT.
* Pembentukan ranting dan komisariat baru.
* Perkembangan PSHT di Ranting Delang.
* Pembentukan dan kontribusi Srikandi Lamandau.
* Pelaksanaan Parapatan Cabang sebagai bagian dari proses organisasi dan regenerasi kepemimpinan.
* Semangat persaudaraan, pengabdian, pengorbanan, disiplin, gotong royong, dan pelestarian nilai-nilai luhur PSHT.
Buku ini cocok untuk
Semua Umur
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ............................................. v
DAFTAR ISI ........................................................ ix
SEJARAH BERDIRINYA PSHT LAMANDAU ............ 1
ORGANISASI ...................................................... 6
KEGIATAN-KEGIATAN RANTING .......................... 7
USAHA-USAHA NYATA RANTING ........................ 17
PADEPOKAN RANTING ...................................... 21
JUMAT LEGIAN .................................................. 24
PELATIH IDAMAN .............................................. 26
PSHT CUP ......................................................... 29
WARGA TINGKAT II ............................................ 31
PSHT CABANG LAMANDAU ............................... 42
PENGESAHAN / WISUDA PERDANA ................... 44
RANTING BARU ................................................. 46
CINTA SH TERATE DI RANTING DELANG ............. 49
PADEPOKAN CABANG ....................................... 54
PROBLEM CABANG ........................................... 58
PEMBINAAN ATLIT ............................................. 60
SRIKANDI LAMANDAU ....................................... 62
PARAPATAN CABANG ....................................... 65
PROFIL PENULIS ............................................... 71
DAFTAR ISI ........................................................ ix
SEJARAH BERDIRINYA PSHT LAMANDAU ............ 1
ORGANISASI ...................................................... 6
KEGIATAN-KEGIATAN RANTING .......................... 7
USAHA-USAHA NYATA RANTING ........................ 17
PADEPOKAN RANTING ...................................... 21
JUMAT LEGIAN .................................................. 24
PELATIH IDAMAN .............................................. 26
PSHT CUP ......................................................... 29
WARGA TINGKAT II ............................................ 31
PSHT CABANG LAMANDAU ............................... 42
PENGESAHAN / WISUDA PERDANA ................... 44
RANTING BARU ................................................. 46
CINTA SH TERATE DI RANTING DELANG ............. 49
PADEPOKAN CABANG ....................................... 54
PROBLEM CABANG ........................................... 58
PEMBINAAN ATLIT ............................................. 60
SRIKANDI LAMANDAU ....................................... 62
PARAPATAN CABANG ....................................... 65
PROFIL PENULIS ............................................... 71
REKOMENDASI


