Non Fiksi
Terbit
Non Fiksi
Terbit
YESUS MERESMIKAN PASKAH BARU:
Manna baru, Musa Baru, Perjanjian Baru, Tanah Terjanji Baru dan Cara Penyembahan Baru
Cari Publish Jaya YESUS MERESMIKAN PASKAH BARU: di Google
ISBN Cetak
9786340554373
ISBN Terbit
eISBN / ISBN Digital
—
Belum Diajukan
Buku CetakRp79.000
Sinopsis
Buku Yesus Meresmikan Paskah Baru: Manna Baru, Musa Baru, Perjanjian Baru, Tanah Terjanji Baru dan Cara Penyembahan Baru karya Daido Tri Sampurna Lumbanraja, M.Th. membahas makna Paskah dalam iman Kristen dengan melihat hubungan antara Paskah Yahudi dalam Perjanjian Lama dan karya keselamatan Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru.
Paskah pada awalnya menjadi peringatan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Namun, melalui Perjamuan Terakhir, Yesus memberikan makna yang lebih baru dan mendalam terhadap Paskah. Roti dan anggur tidak hanya menjadi bagian dari perjamuan Paskah, tetapi dikaitkan dengan tubuh dan darah-Nya sebagai tanda hadirnya Perjanjian Baru serta keselamatan bagi umat manusia.
Buku ini kemudian menguraikan lima gagasan utama yang saling berkaitan, yaitu Manna Baru, Musa Baru, Perjanjian Baru, Tanah Terjanji Baru, dan Cara Penyembahan Baru. Yesus dipahami sebagai sumber kehidupan yang baru, pembawa pembebasan yang baru, serta pengantara hubungan baru antara Allah dan umat-Nya. Perjalanan menuju Tanah Terjanji Baru juga menggambarkan perjalanan iman manusia menuju keselamatan.
Selain itu, buku ini membahas Roti Kehadiran dan kaitannya dengan Ekaristi sebagai bentuk kehadiran Kristus di tengah umat-Nya. Dengan demikian, Paskah tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai pengalaman iman yang mengajak umat Kristen memahami kembali karya keselamatan Kristus dan memperbarui relasinya dengan Allah.
Secara keseluruhan, buku ini mengajak pembaca untuk melihat Paskah secara lebih mendalam: dari pembebasan bangsa Israel dari Mesir menuju pembebasan manusia dari dosa dan kematian melalui Yesus Kristus. Paskah menjadi sebuah peristiwa iman yang menghadirkan harapan, kehidupan baru, dan perjalanan menuju keselamatan.
Paskah pada awalnya menjadi peringatan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Namun, melalui Perjamuan Terakhir, Yesus memberikan makna yang lebih baru dan mendalam terhadap Paskah. Roti dan anggur tidak hanya menjadi bagian dari perjamuan Paskah, tetapi dikaitkan dengan tubuh dan darah-Nya sebagai tanda hadirnya Perjanjian Baru serta keselamatan bagi umat manusia.
Buku ini kemudian menguraikan lima gagasan utama yang saling berkaitan, yaitu Manna Baru, Musa Baru, Perjanjian Baru, Tanah Terjanji Baru, dan Cara Penyembahan Baru. Yesus dipahami sebagai sumber kehidupan yang baru, pembawa pembebasan yang baru, serta pengantara hubungan baru antara Allah dan umat-Nya. Perjalanan menuju Tanah Terjanji Baru juga menggambarkan perjalanan iman manusia menuju keselamatan.
Selain itu, buku ini membahas Roti Kehadiran dan kaitannya dengan Ekaristi sebagai bentuk kehadiran Kristus di tengah umat-Nya. Dengan demikian, Paskah tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai pengalaman iman yang mengajak umat Kristen memahami kembali karya keselamatan Kristus dan memperbarui relasinya dengan Allah.
Secara keseluruhan, buku ini mengajak pembaca untuk melihat Paskah secara lebih mendalam: dari pembebasan bangsa Israel dari Mesir menuju pembebasan manusia dari dosa dan kematian melalui Yesus Kristus. Paskah menjadi sebuah peristiwa iman yang menghadirkan harapan, kehidupan baru, dan perjalanan menuju keselamatan.
Highlight Buku
* Paskah Baru Yesus memberikan makna baru terhadap Paskah melalui Perjamuan Terakhir.
* Manna Baru Kristus menjadi sumber kehidupan dan makanan rohani bagi umat-Nya.
* Musa Baru Yesus dipahami sebagai pembawa pembebasan dan kehidupan baru.
* Perjanjian Baru hubungan antara Allah dan umat-Nya diperbarui melalui Kristus.
* Tanah Terjanji Baru menggambarkan tujuan perjalanan iman menuju keselamatan.
* Roti Kehadiran menghubungkan roti dalam tradisi Yahudi dengan kehadiran Kristus dalam Ekaristi.
* Eksodus Baru karya Yesus dipahami sebagai pembebasan baru yang melampaui pembebasan Israel dari Mesir.
* Cara Penyembahan Baru relasi dan penyembahan kepada Allah berpusat pada Kristus.
* Makna Perjamuan Terakhir roti dan anggur menjadi tanda tubuh dan darah Kristus serta Perjanjian Baru.
* Manna Baru Kristus menjadi sumber kehidupan dan makanan rohani bagi umat-Nya.
* Musa Baru Yesus dipahami sebagai pembawa pembebasan dan kehidupan baru.
* Perjanjian Baru hubungan antara Allah dan umat-Nya diperbarui melalui Kristus.
* Tanah Terjanji Baru menggambarkan tujuan perjalanan iman menuju keselamatan.
* Roti Kehadiran menghubungkan roti dalam tradisi Yahudi dengan kehadiran Kristus dalam Ekaristi.
* Eksodus Baru karya Yesus dipahami sebagai pembebasan baru yang melampaui pembebasan Israel dari Mesir.
* Cara Penyembahan Baru relasi dan penyembahan kepada Allah berpusat pada Kristus.
* Makna Perjamuan Terakhir roti dan anggur menjadi tanda tubuh dan darah Kristus serta Perjanjian Baru.
Buku ini cocok untuk
Semua Umur
Daftar Isi
Prakata Penulis ........................................... v
Pendahuluan ................................................ 1
BAB 1 Paskah Yahudi Kuno dan Paskah di
Zaman Yesus ............................................... 5
BAB 2 Roti Kehadiran (Leḥem Hapānīm,
harfiah: roti hadirat) ................................ 38
BAB 3 Yesus dan Eksodus Baru ................. 62
BAB 4 Empat Cawan Anggur ..................... 111
Daftar Referensi ...................................... 150
Pendahuluan ................................................ 1
BAB 1 Paskah Yahudi Kuno dan Paskah di
Zaman Yesus ............................................... 5
BAB 2 Roti Kehadiran (Leḥem Hapānīm,
harfiah: roti hadirat) ................................ 38
BAB 3 Yesus dan Eksodus Baru ................. 62
BAB 4 Empat Cawan Anggur ..................... 111
Daftar Referensi ...................................... 150
REKOMENDASI


