Fiksi
Terbit
Fiksi
Terbit
SERPIHAN LUKA
ANTOLOGI PUISI
Cari Publish Jaya SERPIHAN LUKA di Google
ISBN Cetak
9786340558661
ISBN Terbit
eISBN / ISBN Digital
—
Belum Diajukan
Buku CetakRp83.000
Sinopsis
Serpihan Luka: Antologi Puisi karya Jidan Muhammad Jen merupakan kumpulan puisi yang merekam berbagai pengalaman, perasaan, kenangan, dan keresahan dalam perjalanan kehidupan. Puisi-puisi di dalamnya lahir dari hal-hal yang terkadang sulit diungkapkan secara langsung, seperti kerinduan kepada seseorang, kehilangan, kenangan terhadap tempat dan masa lalu, serta pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam.
Antologi ini tidak hanya berbicara tentang luka secara pribadi, tetapi juga menghadirkan berbagai persoalan sosial. Ketidakadilan, penderitaan masyarakat, suara yang tidak didengar, kerusakan alam, serta kondisi kehidupan masyarakat menjadi bagian dari keresahan yang dituangkan melalui puisi. Halmahera menjadi salah satu ruang penting dalam buku ini, baik sebagai tanah kelahiran, tempat menyimpan kenangan, maupun wilayah yang menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan sosial.
Puisi-puisi dalam buku ini juga menggambarkan kehidupan masyarakat, seperti nelayan dan petani, serta hubungan manusia dengan hutan, laut, tanah, dan hasil bumi. Unsur budaya dan kehidupan masyarakat Maluku Utara turut hadir melalui gambaran rempah, makanan, tradisi, dan kehidupan sehari-hari.
Di balik berbagai luka dan persoalan tersebut, buku ini menghadirkan pesan tentang ketabahan dan keberanian untuk terus berjalan. Kehilangan dapat mengajarkan keikhlasan, kegagalan dapat menumbuhkan ketabahan, ketidakadilan dapat melahirkan keberanian, dan kesendirian dapat mengajarkan arti bertahan.
Secara keseluruhan, Serpihan Luka merupakan perjalanan reflektif tentang rindu, kehilangan, keluarga, kenangan, kehidupan sosial, lingkungan, budaya, dan perjuangan. Buku ini mengajak pembaca untuk tidak hanya memahami luka, tetapi juga menerima pengalaman, mengenang masa lalu, menemukan makna, dan tetap melanjutkan perjalanan hidup.
Antologi ini tidak hanya berbicara tentang luka secara pribadi, tetapi juga menghadirkan berbagai persoalan sosial. Ketidakadilan, penderitaan masyarakat, suara yang tidak didengar, kerusakan alam, serta kondisi kehidupan masyarakat menjadi bagian dari keresahan yang dituangkan melalui puisi. Halmahera menjadi salah satu ruang penting dalam buku ini, baik sebagai tanah kelahiran, tempat menyimpan kenangan, maupun wilayah yang menghadapi berbagai persoalan lingkungan dan sosial.
Puisi-puisi dalam buku ini juga menggambarkan kehidupan masyarakat, seperti nelayan dan petani, serta hubungan manusia dengan hutan, laut, tanah, dan hasil bumi. Unsur budaya dan kehidupan masyarakat Maluku Utara turut hadir melalui gambaran rempah, makanan, tradisi, dan kehidupan sehari-hari.
Di balik berbagai luka dan persoalan tersebut, buku ini menghadirkan pesan tentang ketabahan dan keberanian untuk terus berjalan. Kehilangan dapat mengajarkan keikhlasan, kegagalan dapat menumbuhkan ketabahan, ketidakadilan dapat melahirkan keberanian, dan kesendirian dapat mengajarkan arti bertahan.
Secara keseluruhan, Serpihan Luka merupakan perjalanan reflektif tentang rindu, kehilangan, keluarga, kenangan, kehidupan sosial, lingkungan, budaya, dan perjuangan. Buku ini mengajak pembaca untuk tidak hanya memahami luka, tetapi juga menerima pengalaman, mengenang masa lalu, menemukan makna, dan tetap melanjutkan perjalanan hidup.
Highlight Buku
* Rindu dan kehilangan — tentang seseorang, tempat, keluarga, dan masa lalu yang masih meninggalkan jejak.
* Luka kehidupan — menggambarkan pengalaman pahit yang dapat menjadi proses pendewasaan.
* Keluarga dan orang tua — menghadirkan kasih sayang, perjuangan, serta kenangan bersama keluarga.
* Halmahera — menjadi bagian penting dalam cerita tentang tanah kelahiran, identitas, kenangan, dan keresahan.
* Kritik sosial — menyuarakan ketidakadilan dan penderitaan masyarakat yang sering kali tidak terdengar.
* Kerusakan lingkungan — menyoroti kondisi hutan, laut, tanah, dan alam yang mengalami perubahan.
* Kehidupan nelayan dan petani — menggambarkan perjuangan masyarakat dalam mempertahankan kehidupan.
* Budaya Maluku Utara — menghadirkan tradisi, rempah, makanan, dan kehidupan masyarakat lokal.
* Perantauan — menggambarkan rasa rindu terhadap rumah dan kampung halaman.
* Kenangan masa lalu — menghadirkan kembali pengalaman sederhana yang menjadi berarti setelah waktu berlalu.
* Persahabatan dan kebersamaan — mengangkat hubungan dengan orang-orang yang hadir dalam perjalanan kehidupan.
* Perjuangan dan ketabahan — menunjukkan bahwa seseorang dapat tumbuh lebih kuat melalui berbagai pengalaman.
* Harapan — mengajak pembaca untuk tetap melangkah meskipun perjalanan hidup belum selesai.
* Luka kehidupan — menggambarkan pengalaman pahit yang dapat menjadi proses pendewasaan.
* Keluarga dan orang tua — menghadirkan kasih sayang, perjuangan, serta kenangan bersama keluarga.
* Halmahera — menjadi bagian penting dalam cerita tentang tanah kelahiran, identitas, kenangan, dan keresahan.
* Kritik sosial — menyuarakan ketidakadilan dan penderitaan masyarakat yang sering kali tidak terdengar.
* Kerusakan lingkungan — menyoroti kondisi hutan, laut, tanah, dan alam yang mengalami perubahan.
* Kehidupan nelayan dan petani — menggambarkan perjuangan masyarakat dalam mempertahankan kehidupan.
* Budaya Maluku Utara — menghadirkan tradisi, rempah, makanan, dan kehidupan masyarakat lokal.
* Perantauan — menggambarkan rasa rindu terhadap rumah dan kampung halaman.
* Kenangan masa lalu — menghadirkan kembali pengalaman sederhana yang menjadi berarti setelah waktu berlalu.
* Persahabatan dan kebersamaan — mengangkat hubungan dengan orang-orang yang hadir dalam perjalanan kehidupan.
* Perjuangan dan ketabahan — menunjukkan bahwa seseorang dapat tumbuh lebih kuat melalui berbagai pengalaman.
* Harapan — mengajak pembaca untuk tetap melangkah meskipun perjalanan hidup belum selesai.
Buku ini cocok untuk
Semua Umur
Daftar Isi
Prakata Penulis ................................................. v
Daftar Isi ........................................................... ix
Bab 1 SERPIHAN LUKA ANTOLOGI PUISI
SATU ................................................................. 1
Bab 2 SERPIHAN LUKA ANTOLOGI PUISI
DUA .................................................................. 51
Bab 3 SERPIHAN LUKA ANTOLOGI PUISI
TIGA .............................................................. 107
Bab 4 SERPIHAN LUKA ANTOLOGI PUISI
EMPAT .......................................................... 134
Biografi Penulis ........................................... 178
Daftar Isi ........................................................... ix
Bab 1 SERPIHAN LUKA ANTOLOGI PUISI
SATU ................................................................. 1
Bab 2 SERPIHAN LUKA ANTOLOGI PUISI
DUA .................................................................. 51
Bab 3 SERPIHAN LUKA ANTOLOGI PUISI
TIGA .............................................................. 107
Bab 4 SERPIHAN LUKA ANTOLOGI PUISI
EMPAT .......................................................... 134
Biografi Penulis ........................................... 178
REKOMENDASI


