Lewati ke konten
Website resmi PT PUBLISH JAYA PUSTAKA
Publish Jaya Navigasi
Beranda / Buku / Seni Menemukan Damai di Tengah Kebisingan Sekolah
Fiksi
Segera Terbit Cover Seni Menemukan Damai di Tengah Kebisingan Sekolah
Fiksi Segera Terbit

Seni Menemukan Damai di Tengah Kebisingan Sekolah

Cari Publish Jaya Seni Menemukan Damai di Tengah Kebisingan Sekolah di Google
ISBN Cetak Dalam Proses Dalam Proses
eISBN / ISBN Digital — Belum Diajukan
Buku CetakRp115.000
Penerbit Penerbit Publish Jaya
Tahun Terbit 2026
Halaman 260
Ukuran A5
TENTANG BUKU

Sinopsis

Seni Menemukan Damai di Tengah Kebisingan Sekolah karya Muiz Ghifariiii merupakan buku yang hadir sebagai ruang refleksi bagi para pendidik yang sedang menghadapi berbagai tekanan dalam lingkungan sekolah. Buku ini tidak hanya membahas kelelahan dalam menjalankan profesi, tetapi juga mengajak pembaca memahami bagaimana tetap menjaga ketenangan, integritas, dan prinsip ketika berhadapan dengan sistem, tuntutan pekerjaan, kekecewaan, serta lingkungan yang tidak selalu ideal.

Melalui perpaduan perspektif psikologi, sosiologi, dan filsafat moral, buku ini mengajak pendidik untuk berani mempertahankan kejujuran ketika mayoritas memilih untuk tunduk, menghadapi persoalan yang menguji nurani, serta belajar membedakan antara beban yang memang menjadi tanggung jawab pribadi dan beban yang sebenarnya tidak perlu dipikul.

Pembahasan kemudian bergerak pada pentingnya menjaga jarak dari toksisitas pekerjaan, menemukan kembali makna sejati dari mengajar, membangun lingkungan yang suportif, dan merawat diri di tengah tuntutan profesi. Pendidik juga diajak melihat bahwa integritas bukanlah kesia-siaan dan bahwa keteladanan yang diberikan hari ini dapat menjadi jejak penting bagi generasi yang sedang mereka didik.

Pada akhirnya, buku ini menawarkan sebuah pesan bahwa kedamaian bukan berarti terbebas dari masalah. Kedamaian dapat ditemukan ketika seseorang mampu menerima hal-hal yang tidak dapat diubah tanpa kehilangan prinsip, mengubah kekecewaan menjadi kekuatan, merayakan kemenangan-kemenangan kecil, dan tetap pulang dengan kepala tegak karena telah menjalankan tanggung jawab dengan hati nurani yang bersih.

Highlight Buku

* Refleksi tentang kelelahan dan tekanan yang dialami pendidik.
* Pentingnya mempertahankan kejujuran dan integritas di lingkungan kerja.
* Pergulatan nurani dan etika ketika berhadapan dengan sistem.
* Keberanian untuk tetap berdiri tegak ketika berada dalam tekanan mayoritas.
* Cara mengurai dan mengelola kekecewaan.
* Belajar melepaskan beban yang sebenarnya bukan tanggung jawab kita.
* Pentingnya menjaga jarak dari lingkungan kerja yang toksik.
* Menemukan kembali makna dan tujuan sejati dari profesi mengajar.
* Keteladanan pendidik sebagai bagian dari proses membentuk pemimpin masa depan.
* Belajar berdamai dengan keadaan yang tidak dapat diubah.
* Membangun lingkaran pertemanan dan dukungan yang sehat.
* Pentingnya merawat diri di tengah tuntutan profesi.
* Menjadikan integritas sebagai prinsip yang tetap dipertahankan.
* Mengubah kekecewaan menjadi kekuatan dalam mendidik.
* Menempatkan etika dan tanggung jawab moral sebagai bagian penting dari profesi pendidik.
* Memaafkan keadaan tanpa harus menurunkan standar dan prinsip.
* Menjaga harga diri dengan tetap menjalankan tugas secara benar.
* Menyadari bahwa keteladanan yang diberikan hari ini dapat meninggalkan jejak bagi generasi mendatang.
* Menghargai kemenangan-kemenangan kecil dalam perjalanan sebagai pendidik.
* Menumbuhkan harapan untuk menghadapi hari esok.

Buku ini cocok untuk

Semua Umur

Daftar Isi

Pengantar Penulis .............................................................. iv
Daftar Isi ............................................................................. iii
BAB 1 Pelukan untuk Pendidik yang Lelah ................... 1
BAB 2 Harga Sebuah Kejujuran Di Ruang Guru ............ 8
BAB 3 Ketika Sistem Menguji Nurani Dan Etika ......... 23
BAB 4 Berdiri Tegak Saat Mayoritas
Memilih Tunduk ................................................................ 36
BAB 5 Mengurai Benang Kusut Kekecewaan ............... 52
BAB 6 Melepaskan Beban Yang Bukan Milik Kita ....... 64
BAB 7 Seni Menjaga Jarak Dari Toksisitas Pekerjaan .. 76
BAB 8 Menemukan Kembali Makna Sejati Mengajar .. 89
iii
BAB 9 Mendidik Pemimpin Masa Depan Lewat
Keteladanan ...................................................................... 101
BAB 10 Berdamai Dengan Hal Yang Tak Bisa Diubah
............................................................................................ 114
BAB 11 Mencari Dan Membangun Lingkar Suportif . 127
BAB 12 Merawat Diri Di Tengah Tuntutan Profesi ... 141
BAB 13 Integritas Bukanlah Sebuah Kesia-Siaan ....... 152
BAB 14 Mengubah Kekecewaan Menjadi Kekuatan
Mendidik........................................................................... 166
BAB 15 Etika Dan Tanggung Jawab Moral Pendidik 178
BAB 16 Memaafkan Keadaan Tanpa Menurunkan
Standar .............................................................................. 190
BAB 17 Pulang Dengan Kepala Tegak ......................... 197
BAB 18 Jejak Langkah Yang Kelak Akan Dikenang .. 211
BAB 19 Merayakan Kemenangan-Kemenangan Kecil
............................................................................................ 224
BAB 20 Esok Adalah Harapan Baru ............................. 236
Daftar Bacaan ................................................................... 248
Profil Penulis .................................................................... 251
REKOMENDASI

Buku Terkait

Chat WhatsApp