Fiksi
Segera Terbit
Fiksi
Segera Terbit
PEREMPUAN-PEREMPUAN HEBATKU
Catatan Luka, Ridho, dan Bangkit
Cari Publish Jaya PEREMPUAN-PEREMPUAN HEBATKU di Google
ISBN Cetak
Dalam Proses
Dalam Proses
eISBN / ISBN Digital
—
Belum Diajukan
Buku CetakRp66.000
Sinopsis
Perempuan-Perempuan Hebatku: Catatan Luka, Ridho, dan Bangkit adalah buku reflektif tentang perjalanan perempuan dalam menghadapi luka, kehilangan, kekecewaan, dan proses menemukan kembali dirinya. Buku ini tidak menggambarkan perempuan sebagai sosok yang selalu kuat dan tidak pernah jatuh, tetapi sebagai manusia yang boleh menangis, marah, lelah, dan merasa hancur namun tetap memiliki keberanian untuk bangkit.
Perjalanan dimulai dari belajar ridho, yaitu memahami bahwa menerima takdir tidak berarti berhenti merasa sakit. Ridho menjadi proses untuk berhenti berperang dengan kenyataan, sembari tetap berikhtiar, membuat batas, mencari pertolongan, dan menjaga diri.
Setelah kehilangan, pembaca diajak mengenal kembali “aku yang tersisa”. Kesendirian menjadi kesempatan untuk membangun kembali identitas dan kehidupan. Diri yang tersisa bukanlah pecahan yang tidak berguna, melainkan seseorang yang masih memiliki kesempatan untuk menentukan langkah berikutnya.
Buku kemudian memberi ruang bagi amarah. Marah tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Amarah perlu diakui, didengarkan, diarahkan, dan diberi batas agar tidak berubah menjadi dendam yang menguasai kehidupan.
Selanjutnya, pembaca diajak belajar mencintai diri sendiri. Nilai diri tidak lagi digantungkan pada validasi orang lain. Merawat tubuh, mendengarkan kebutuhan diri, menghargai diri, dan berhenti menyalahkan diri menjadi bagian dari perjalanan menuju pemulihan.
Pada bagian tentang memaafkan dan melepaskan, buku menegaskan bahwa memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan, menghapus batas, atau melupakan kejadian. Memaafkan adalah upaya membebaskan diri dari kendali masa lalu, sedangkan melepaskan berarti memilih untuk melanjutkan hidup tanpa harus menghapus seluruh kenangan.
Pada akhirnya, buku ini menjadi pengingat bahwa perempuan hebat bukanlah perempuan yang tidak pernah jatuh, melainkan perempuan yang setelah jatuh tetap memilih bangun, meskipun perlahan, masih menangis, dan belum sepenuhnya pulih.
Perjalanan dimulai dari belajar ridho, yaitu memahami bahwa menerima takdir tidak berarti berhenti merasa sakit. Ridho menjadi proses untuk berhenti berperang dengan kenyataan, sembari tetap berikhtiar, membuat batas, mencari pertolongan, dan menjaga diri.
Setelah kehilangan, pembaca diajak mengenal kembali “aku yang tersisa”. Kesendirian menjadi kesempatan untuk membangun kembali identitas dan kehidupan. Diri yang tersisa bukanlah pecahan yang tidak berguna, melainkan seseorang yang masih memiliki kesempatan untuk menentukan langkah berikutnya.
Buku kemudian memberi ruang bagi amarah. Marah tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Amarah perlu diakui, didengarkan, diarahkan, dan diberi batas agar tidak berubah menjadi dendam yang menguasai kehidupan.
Selanjutnya, pembaca diajak belajar mencintai diri sendiri. Nilai diri tidak lagi digantungkan pada validasi orang lain. Merawat tubuh, mendengarkan kebutuhan diri, menghargai diri, dan berhenti menyalahkan diri menjadi bagian dari perjalanan menuju pemulihan.
Pada bagian tentang memaafkan dan melepaskan, buku menegaskan bahwa memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan, menghapus batas, atau melupakan kejadian. Memaafkan adalah upaya membebaskan diri dari kendali masa lalu, sedangkan melepaskan berarti memilih untuk melanjutkan hidup tanpa harus menghapus seluruh kenangan.
Pada akhirnya, buku ini menjadi pengingat bahwa perempuan hebat bukanlah perempuan yang tidak pernah jatuh, melainkan perempuan yang setelah jatuh tetap memilih bangun, meskipun perlahan, masih menangis, dan belum sepenuhnya pulih.
Highlight Buku
* Ridho bukan berarti tidak sakit.
* Kehilangan tidak harus menghilangkan seluruh makna hidup.
* Luka boleh menjadi bagian dari cerita, tetapi tidak harus menjadi identitas.
* Meminta pertolongan bukan tanda kelemahan.
* Amarah perlu didengarkan dan diarahkan, bukan dipendam atau dibiarkan menguasai diri.
* Kita boleh tegas tanpa menjadi kejam dan menjaga jarak tanpa harus membenci.
* Mencintai diri berarti mulai memperlakukan diri dengan lebih baik.
* Nilai diri tidak ditentukan oleh siapa yang memilih tinggal atau pergi.
* Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan.
* Memaafkan tidak mengharuskan kita kembali dekat dengan orang yang pernah melukai.
* Melepaskan bukan berarti melupakan seluruh kenangan.
* Bangkit tidak selalu berarti perubahan besar; terkadang cukup dengan mampu menjalani hari demi hari.
* Perempuan hebat juga boleh lelah, menangis, dan berhenti sejenak.
* Kesembuhan adalah proses yang tidak selalu berjalan lurus.
* Tujuan akhirnya bukan menjadi kebal terhadap luka, tetapi menjadi lebih lapang, tenang, dan berdamai dengan diri sendiri.
* Kehilangan tidak harus menghilangkan seluruh makna hidup.
* Luka boleh menjadi bagian dari cerita, tetapi tidak harus menjadi identitas.
* Meminta pertolongan bukan tanda kelemahan.
* Amarah perlu didengarkan dan diarahkan, bukan dipendam atau dibiarkan menguasai diri.
* Kita boleh tegas tanpa menjadi kejam dan menjaga jarak tanpa harus membenci.
* Mencintai diri berarti mulai memperlakukan diri dengan lebih baik.
* Nilai diri tidak ditentukan oleh siapa yang memilih tinggal atau pergi.
* Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan.
* Memaafkan tidak mengharuskan kita kembali dekat dengan orang yang pernah melukai.
* Melepaskan bukan berarti melupakan seluruh kenangan.
* Bangkit tidak selalu berarti perubahan besar; terkadang cukup dengan mampu menjalani hari demi hari.
* Perempuan hebat juga boleh lelah, menangis, dan berhenti sejenak.
* Kesembuhan adalah proses yang tidak selalu berjalan lurus.
* Tujuan akhirnya bukan menjadi kebal terhadap luka, tetapi menjadi lebih lapang, tenang, dan berdamai dengan diri sendiri.
Buku ini cocok untuk
Semua Umur
Daftar Isi
Kata Pengantar .................................................................................................................................................................................. v
Daftar Isi ........................................................................................................................................................................................................... vi
BAB 1 Belajar Ridho ..................................................................................................................................................................... 1
BAB 2 Aku Yang Tersisa ........................................................................................................................................ 26
BAB 3 Amarah Yang Disucikan................................................................................................................... 49
BAB 4 Cinta Yang Baru - Cinta Pada Diri ............................................................................ 72
BAB 5 Tentang Pemaafan & Melepaskan..............................................................................95
BAB 6 Epilog - Perempuan-Perempuan Hebatku ..................................................118
Daftar Isi ........................................................................................................................................................................................................... vi
BAB 1 Belajar Ridho ..................................................................................................................................................................... 1
BAB 2 Aku Yang Tersisa ........................................................................................................................................ 26
BAB 3 Amarah Yang Disucikan................................................................................................................... 49
BAB 4 Cinta Yang Baru - Cinta Pada Diri ............................................................................ 72
BAB 5 Tentang Pemaafan & Melepaskan..............................................................................95
BAB 6 Epilog - Perempuan-Perempuan Hebatku ..................................................118
REKOMENDASI


