Non Fiksi
Segera Terbit
Non Fiksi
Segera Terbit
Moderasi Beragama dalam Perspektif Agama Buddha
Cari Publish Jaya Moderasi Beragama dalam Perspektif Agama Buddha di Google
ISBN Cetak
Dalam Proses
Dalam Proses
eISBN / ISBN Digital
—
Belum Diajukan
Buku CetakRp55.000
Sinopsis
Buku Moderasi Beragama dalam Perspektif Agama Buddha membahas pentingnya sikap moderat dalam kehidupan beragama, khususnya berdasarkan ajaran dan nilai-nilai agama Buddha. Moderasi beragama dipandang sebagai salah satu cara untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, agama, ras, dan kelompok.
Dalam perspektif Buddha, moderasi beragama memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Majjhimā Paṭipadā atau Jalan Tengah, yaitu menghindari sikap dan perilaku yang berlebihan atau ekstrem. Nilai tersebut diperkuat melalui praktik mettā (cinta kasih), karuṇā (kasih sayang), muditā (turut bergembira), upekkhā (keseimbangan batin), dan paññā (kebijaksanaan).
Buku ini juga menjelaskan empat indikator utama moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta penerimaan terhadap budaya lokal. Selain itu, dibahas pula berbagai nilai yang mendukung moderasi, seperti kemanusiaan, keadilan, keseimbangan, penghormatan terhadap tradisi, dan kemaslahatan umum.
Penerapan moderasi beragama tidak hanya dibahas dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga dimulai dari keluarga, lembaga pendidikan, komunitas keagamaan, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. Buku ini menekankan pentingnya pendidikan agama yang bijaksana, keteladanan tokoh agama, pemberdayaan sosial, dialog antaragama, serta kepatuhan terhadap konstitusi.
Secara keseluruhan, buku ini mengajak umat Buddha untuk memahami dan menerapkan ajaran Buddha dalam membangun kehidupan yang damai, toleran, seimbang, dan harmonis, sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman Indonesia.
Dalam perspektif Buddha, moderasi beragama memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Majjhimā Paṭipadā atau Jalan Tengah, yaitu menghindari sikap dan perilaku yang berlebihan atau ekstrem. Nilai tersebut diperkuat melalui praktik mettā (cinta kasih), karuṇā (kasih sayang), muditā (turut bergembira), upekkhā (keseimbangan batin), dan paññā (kebijaksanaan).
Buku ini juga menjelaskan empat indikator utama moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta penerimaan terhadap budaya lokal. Selain itu, dibahas pula berbagai nilai yang mendukung moderasi, seperti kemanusiaan, keadilan, keseimbangan, penghormatan terhadap tradisi, dan kemaslahatan umum.
Penerapan moderasi beragama tidak hanya dibahas dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga dimulai dari keluarga, lembaga pendidikan, komunitas keagamaan, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. Buku ini menekankan pentingnya pendidikan agama yang bijaksana, keteladanan tokoh agama, pemberdayaan sosial, dialog antaragama, serta kepatuhan terhadap konstitusi.
Secara keseluruhan, buku ini mengajak umat Buddha untuk memahami dan menerapkan ajaran Buddha dalam membangun kehidupan yang damai, toleran, seimbang, dan harmonis, sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman Indonesia.
Highlight Buku
* Jalan Tengah (Majjhimā Paṭipadā) menjadi landasan utama moderasi dalam perspektif agama Buddha.
* Moderasi beragama mengajarkan umat untuk menghindari sikap ekstrem dan menjaga keseimbangan dalam berpikir maupun bertindak.
* Nilai mettā, karuṇā, muditā, upekkhā, dan paññā menjadi dasar penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.
* Empat indikator moderasi beragama meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap budaya lokal.
* Moderasi perlu diterapkan sejak lingkungan keluarga, terutama melalui pendidikan dan keteladanan.
* Pendidikan agama menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat pemahaman moderasi.
* Tokoh dan pemimpin agama memiliki peran sebagai teladan dalam menerapkan sikap moderat.
* Dialog antaragama diperlukan untuk membangun saling pengertian dan menjaga kerukunan.
* Moderasi beragama juga diwujudkan melalui kepedulian sosial, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.
* Kehidupan beragama yang moderat dapat mendukung persatuan dan keharmonisan masyarakat Indonesia yang beragam.
* Moderasi beragama mengajarkan umat untuk menghindari sikap ekstrem dan menjaga keseimbangan dalam berpikir maupun bertindak.
* Nilai mettā, karuṇā, muditā, upekkhā, dan paññā menjadi dasar penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.
* Empat indikator moderasi beragama meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap budaya lokal.
* Moderasi perlu diterapkan sejak lingkungan keluarga, terutama melalui pendidikan dan keteladanan.
* Pendidikan agama menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat pemahaman moderasi.
* Tokoh dan pemimpin agama memiliki peran sebagai teladan dalam menerapkan sikap moderat.
* Dialog antaragama diperlukan untuk membangun saling pengertian dan menjaga kerukunan.
* Moderasi beragama juga diwujudkan melalui kepedulian sosial, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.
* Kehidupan beragama yang moderat dapat mendukung persatuan dan keharmonisan masyarakat Indonesia yang beragam.
Buku ini cocok untuk
Semua Umur
Daftar Isi
Pengantar Penulis ....................................................................... v
Daftar Isi .................................................................................... vii
BAB I Moderasi Beragama ........................................................ 1
BAB 2 Moderasi Beragama Sesuai Perspektif Agama
Buddha ........................................................................................ 21
BAB 3 Strategi Penguatan Dan Implementasi Moderasi
Beragama .................................................................................... 26
BAB 4 Kontemplasi .................................................................. 45
Daftar Referensi ......................................................................... 49
Daftar Isi .................................................................................... vii
BAB I Moderasi Beragama ........................................................ 1
BAB 2 Moderasi Beragama Sesuai Perspektif Agama
Buddha ........................................................................................ 21
BAB 3 Strategi Penguatan Dan Implementasi Moderasi
Beragama .................................................................................... 26
BAB 4 Kontemplasi .................................................................. 45
Daftar Referensi ......................................................................... 49
REKOMENDASI


