Non Fiksi
Segera Terbit
Non Fiksi
Segera Terbit
Model Pengembangan Masyarakat:
Berbasis Dakwah Ekologi dan Kearifan Lokal dalam Mendukung Administrasi Pembangunan Berke- lanjutan di Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah
Cari Publish Jaya Model Pengembangan Masyarakat: di Google
ISBN Cetak
Dalam Proses
Dalam Proses
eISBN / ISBN Digital
—
Belum Diajukan
Buku CetakRp65.000
Sinopsis
Buku ini membahas model pengembangan masyarakat yang memadukan dakwah ekologi, kearifan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan administrasi pembangunan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Dakwah ekologi dalam buku ini tidak hanya dipahami sebagai penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Nilai-nilai Islam mengenai tanggung jawab manusia terhadap alam dihubungkan dengan berbagai tindakan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Buku ini juga menempatkan kearifan lokal sebagai modal sosial dan budaya yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Tradisi dan kelembagaan masyarakat, termasuk sasi, menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Pengembangan masyarakat dilakukan dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan. Masyarakat dilibatkan sejak proses identifikasi masalah, pemetaan potensi, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi program. Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan berbagai kelompok masyarakat memiliki peran dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, buku ini menawarkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan kelembagaan, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat Jazirah Leihitu.
Dakwah ekologi dalam buku ini tidak hanya dipahami sebagai penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Nilai-nilai Islam mengenai tanggung jawab manusia terhadap alam dihubungkan dengan berbagai tindakan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Buku ini juga menempatkan kearifan lokal sebagai modal sosial dan budaya yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Tradisi dan kelembagaan masyarakat, termasuk sasi, menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Pengembangan masyarakat dilakukan dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan. Masyarakat dilibatkan sejak proses identifikasi masalah, pemetaan potensi, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi program. Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan berbagai kelompok masyarakat memiliki peran dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, buku ini menawarkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan kelembagaan, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat Jazirah Leihitu.
Highlight Buku
* Dakwah ekologi menjadi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan berdasarkan nilai-nilai Islam.
* Kearifan lokal menjadi modal sosial dan budaya dalam mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
* Masyarakat ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar penerima program.
* Terdapat tiga modal utama yang dapat dikembangkan, yaitu modal keagamaan, modal sosial-budaya, dan modal ekologis.
* Sasi menjadi salah satu contoh kearifan lokal yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
* Pembangunan perlu dilakukan secara partisipatif, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi.
* Kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam pembangunan.
* Dakwah tidak hanya membahas persoalan ibadah, tetapi juga dapat merespons persoalan lingkungan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
* Potensi laut, pesisir, hutan, perkebunan, mangrove, sumber air, dan kawasan wisata dapat menjadi bagian dari pengembangan masyarakat.
* Tujuan akhirnya adalah membangun masyarakat yang religius, ekologis, berbudaya, partisipatif, mandiri, dan berkelanjutan.
* Kearifan lokal menjadi modal sosial dan budaya dalam mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
* Masyarakat ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar penerima program.
* Terdapat tiga modal utama yang dapat dikembangkan, yaitu modal keagamaan, modal sosial-budaya, dan modal ekologis.
* Sasi menjadi salah satu contoh kearifan lokal yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
* Pembangunan perlu dilakukan secara partisipatif, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi.
* Kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam pembangunan.
* Dakwah tidak hanya membahas persoalan ibadah, tetapi juga dapat merespons persoalan lingkungan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
* Potensi laut, pesisir, hutan, perkebunan, mangrove, sumber air, dan kawasan wisata dapat menjadi bagian dari pengembangan masyarakat.
* Tujuan akhirnya adalah membangun masyarakat yang religius, ekologis, berbudaya, partisipatif, mandiri, dan berkelanjutan.
Buku ini cocok untuk
Semua Umur
Daftar Isi
Kata Pengantar ................................ ................................ ................................ ....... v
Daftar Isi ................................ ................................ ................................ ................ vii
BAB 1 Pendahuluan ................................ ................................ ................................ 1
BAB 2 Landasan Konseptual Dakwah Ekologi, Pengembangan
Masyarakat, dan Administrasi Pembangunan ................................ ........... 12
BAB 3 Deskripsi Lokasi Penelitian Jazirah Leihitu ................................ .... 34
BAB 4 Dakwah dan Penyiaran Islam Di Jazirah Leihitu ........................... 46
vii |
BAB 5 Dakwah Ekologi Tradisi Pukul Sapu di Negeri Mamala Dan
Morella ................................ ................................ ................................ ................... 59
BAB 6 Merawat Tradisi, Merawat Kehidupan: Lawa Pipi Sebagai
Dakwah Ekologi dan Pengembangan Masyarakat di Negeri Hila ......... 84
BAB 7 Masjid Tua Wapauwe dan Kearifan Lokal: Jejak Peradaban
Islam dan Praktik Dakwah Ekologis di Jazirah Leihitu .......................... 102
BAB 8 Dari Bencana Menjadi Berkah: Ekologi Dakwah dan
Pengembangan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Danau W
Negeri Lima ................................ ................................ ................................ .......... 126
Daftar Pustaka ................................ ................................ ................................ ... 144
Profile Penulis ................................ ................................ ...........................
Daftar Isi ................................ ................................ ................................ ................ vii
BAB 1 Pendahuluan ................................ ................................ ................................ 1
BAB 2 Landasan Konseptual Dakwah Ekologi, Pengembangan
Masyarakat, dan Administrasi Pembangunan ................................ ........... 12
BAB 3 Deskripsi Lokasi Penelitian Jazirah Leihitu ................................ .... 34
BAB 4 Dakwah dan Penyiaran Islam Di Jazirah Leihitu ........................... 46
vii |
BAB 5 Dakwah Ekologi Tradisi Pukul Sapu di Negeri Mamala Dan
Morella ................................ ................................ ................................ ................... 59
BAB 6 Merawat Tradisi, Merawat Kehidupan: Lawa Pipi Sebagai
Dakwah Ekologi dan Pengembangan Masyarakat di Negeri Hila ......... 84
BAB 7 Masjid Tua Wapauwe dan Kearifan Lokal: Jejak Peradaban
Islam dan Praktik Dakwah Ekologis di Jazirah Leihitu .......................... 102
BAB 8 Dari Bencana Menjadi Berkah: Ekologi Dakwah dan
Pengembangan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Danau W
Negeri Lima ................................ ................................ ................................ .......... 126
Daftar Pustaka ................................ ................................ ................................ ... 144
Profile Penulis ................................ ................................ ...........................
REKOMENDASI


