Lewati ke konten
Website resmi PT PUBLISH JAYA PUSTAKA
Publish Jaya Navigasi
Beranda / Buku / MENGAPA KITA SERING SALAH MEMAHAMI AL-QUR’AN?
Non Fiksi
Terbit Cover MENGAPA KITA SERING SALAH MEMAHAMI AL-QUR’AN?
Non Fiksi Terbit

MENGAPA KITA SERING SALAH MEMAHAMI AL-QUR’AN?

Membangun Pemahaman melalui Semantik, Kaidah Tafsir, dan Kritik Penerjemahan

Cari Publish Jaya MENGAPA KITA SERING SALAH MEMAHAMI AL-QUR’AN? di Google
ISBN Cetak 9786340560701 ISBN Terbit
eISBN / ISBN Digital — Belum Diajukan
Buku CetakRp105.000
Penerbit Penerbit Publish Jaya
Tahun Terbit 2026
Halaman 215
Ukuran A5
TENTANG BUKU

Sinopsis

Buku Mengapa Kita Sering Salah Memahami Al-Qur’an? mengajak pembaca melihat bahwa memahami Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca teks atau mengetahui arti setiap kata. Sebuah lafaz dapat memiliki lebih dari satu kemungkinan makna, sementara pemahaman terhadap ayat juga dipengaruhi oleh konteks, struktur bahasa, prinsip-prinsip tafsir, serta proses penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia.

Buku ini memperkenalkan Kerangka Integratif Pemahaman Al-Qur’an (KIPA) sebagai sebuah kerangka analitis untuk membantu pembaca memeriksa proses terbentuknya suatu pemahaman terhadap ayat Al-Qur’an. KIPA menghubungkan analisis semantik, prinsip tafsir, konteks, penerjemahan, analisis kritis, hingga rekonstruksi makna secara sistematis. Kerangka ini bukan dimaksudkan sebagai metode tafsir baru, melainkan sebagai alat untuk membaca dan mengevaluasi pemahaman secara lebih terarah.

Pembahasan kemudian bergerak dari persoalan makna kata dan jaringan makna dalam Al-Qur’an, prinsip-prinsip tafsir, hingga persoalan penerjemahan yang berada di antara tuntutan kesetiaan terhadap makna dan keterbacaan bagi pembaca. Buku ini juga menekankan pentingnya konteks agar ayat tidak dipahami secara terpisah dari lingkungan maknanya, serta menghadirkan sejumlah kasus ketika persoalan bahasa, terjemahan, dan tafsir saling beririsan.

Pada akhirnya, buku ini mengajak pembaca untuk memeriksa sebelum menyimpulkan. Tidak setiap perbedaan terjemahan berarti kesalahan, dan tidak setiap pemahaman harus direkonstruksi. Melalui KIPA, pembaca diarahkan untuk menentukan apakah suatu pemahaman perlu dipertahankan, diperjelas, atau direkonstruksi berdasarkan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Highlight Buku

* Memahami Al-Qur’an tidak sekadar mengetahui arti kata, tetapi juga memahami konteks dan hubungan antarmakna.
* Membahas keterkaitan antara semantik, tafsir, konteks, dan penerjemahan Al-Qur’an.
* Memperkenalkan Kerangka Integratif Pemahaman Al-Qur’an (KIPA) sebagai kerangka analitis dalam memahami ayat.
* Menguraikan perbedaan antara makna dasar dan makna relasional dalam bahasa Al-Qur’an.
* Menjelaskan bahwa terjemahan merupakan representasi makna Al-Qur’an dalam bahasa lain, bukan Al-Qur’an itu sendiri.
* Membahas pentingnya konteks dalam mencegah pemahaman ayat yang terlepas dari lingkungan maknanya.
* Menggunakan prinsip-prinsip tafsir untuk menguji pemahaman terhadap ayat-ayat yang dianggap kontroversial.
* Menyajikan sepuluh langkah membaca Al-Qur’an dengan kerangka KIPA.
* Menghadirkan tujuh studi kasus yang mempertemukan persoalan bahasa, terjemahan, dan tafsir.
* Menjelaskan tiga kemungkinan dalam evaluasi makna: mempertahankan, memperjelas, atau merekonstruksi.
* Menekankan prinsip utama: memeriksa sebelum menyimpulkan, sehingga kritik terhadap pemahaman Al-Qur’an tidak didasarkan pada selera atau kesan pribadi.

Buku ini cocok untuk

Semua Umur

Daftar Isi

PRAKATA PENULIS v
DAFTAR ISI ix
BAB 1 MENGAPA KITA SERING SALAH ME-
MAHAMI AL-QUR’AN? 8
BAB 2 SEMANTIK AL-QUR’AN: DARI ARTI KATA
MENUJU JARINGAN MAKNA 24
BAB 3 KAIDAH TAFSIR: MENGENDALIKAN PEMA-
HAMAN 42
BAB 4 PENERJEMAHAN AL-QUR’AN: ANTARA
KESETIAAN DAN KETERBACAAN 62
ix | MENGAPA KITA SERING SALAH MEMAHAMI AL-QUR’AN?
BAB 5 KONTEKS: MEMBACA AYAT TANPA MEM-
ISAHKANNYA DARI LINGKUNGANNYA 82
BAB 6 MENERJEMAHKAN AL-QUR’AN: MEMIN-
DAHKAN MAKNA, BUKAN SEKADAR KATA 99
BAB 7 KAIDAH TAFSIR DALAM MENGUJI AYAT-
AYAT KONTROVERSIAL 121
BAB 8 SEPULUH LANGKAH MEMBACA DENGAN
KIPA 142
BAB 9 TUJUH KASUS: KETIKA TERJEMAHAN, BA-
HASA, DAN TAFSIR BERTEMU 165
BAB 10 REKONSTRUKSI MAKNA:
MEMPERTAHANKAN, MEMPERJELAS, ATAU MEN-
GUBAH? 190
REKOMENDASI

Buku Terkait

Chat WhatsApp