Non Fiksi
Terbit
Non Fiksi
Terbit
Manajemen Risiko:
Memahami, Menganalisis, dan Mengelola Ketidakpastian
Cari Publish Jaya Manajemen Risiko: di Google
ISBN Cetak
9786340554281
ISBN Terbit
eISBN / ISBN Digital
—
Belum Diajukan
Buku CetakRp100.000
Sinopsis
Buku Manajemen Risiko: Memahami, Menganalisis, dan Mengelola Ketidakpastian membahas manajemen risiko sebagai bagian penting dari proses pengambilan keputusan dalam organisasi. Buku ini tidak memandang manajemen risiko sekadar sebagai penyusunan daftar risiko, matriks, atau dokumen pengendalian, tetapi sebagai cara berpikir untuk membantu manajer mengambil keputusan yang lebih berkualitas di tengah kondisi yang tidak pasti.
Pembahasan diawali dengan pemahaman mengenai risiko dan ketidakpastian, termasuk hubungan antara tujuan organisasi, ketidakpastian, risiko, dan keputusan. Buku ini menekankan bahwa risiko tidak selalu berarti ancaman atau kerugian, karena ketidakpastian juga dapat menghasilkan peluang. Oleh sebab itu, organisasi tidak seharusnya selalu menghindari risiko, tetapi perlu menentukan tingkat risiko yang tepat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Selanjutnya, pembaca diajak memahami Enterprise Risk Management (ERM), ISO 31000, tata kelola risiko, risk appetite, risk tolerance, identifikasi dan analisis risiko, hingga strategi mitigasi dan pengendalian. Salah satu pendekatan yang menjadi ciri buku ini adalah Risk Lens, yaitu melihat risiko melalui tujuh perspektif: Source, Event, Impact, Probability, Velocity, Interconnection, dan Response. Pendekatan tersebut membantu pembaca memahami bahwa risiko dapat saling berhubungan dan berkembang menjadi rangkaian dampak yang lebih luas.
Buku ini juga membawa pembahasan manajemen risiko ke dalam konteks organisasi modern dengan mengangkat human capital, budaya organisasi, fraud, reputasi, cybersecurity, digital disruption, Artificial Intelligence, perubahan iklim, geopolitik, supply chain, regulatory change, business resilience, dan emerging risk. Dengan demikian, pembaca tidak hanya mempelajari teori dasar, tetapi juga diajak memahami bagaimana risiko berubah mengikuti perkembangan lingkungan bisnis.
Melalui berbagai studi kasus, latihan pengambilan keputusan, refleksi risiko, dan analisis skenario, buku ini mendorong pembaca untuk berpikir seperti seorang pengambil keputusan. Pada akhirnya, pesan utama buku ini adalah bahwa manajemen risiko bukan bertujuan menghilangkan seluruh risiko, melainkan membantu organisasi memahami, mengidentifikasi, mengukur, menganalisis, memutuskan, merespons, memantau, belajar, dan beradaptasi terhadap ketidakpastian.
Pembahasan diawali dengan pemahaman mengenai risiko dan ketidakpastian, termasuk hubungan antara tujuan organisasi, ketidakpastian, risiko, dan keputusan. Buku ini menekankan bahwa risiko tidak selalu berarti ancaman atau kerugian, karena ketidakpastian juga dapat menghasilkan peluang. Oleh sebab itu, organisasi tidak seharusnya selalu menghindari risiko, tetapi perlu menentukan tingkat risiko yang tepat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Selanjutnya, pembaca diajak memahami Enterprise Risk Management (ERM), ISO 31000, tata kelola risiko, risk appetite, risk tolerance, identifikasi dan analisis risiko, hingga strategi mitigasi dan pengendalian. Salah satu pendekatan yang menjadi ciri buku ini adalah Risk Lens, yaitu melihat risiko melalui tujuh perspektif: Source, Event, Impact, Probability, Velocity, Interconnection, dan Response. Pendekatan tersebut membantu pembaca memahami bahwa risiko dapat saling berhubungan dan berkembang menjadi rangkaian dampak yang lebih luas.
Buku ini juga membawa pembahasan manajemen risiko ke dalam konteks organisasi modern dengan mengangkat human capital, budaya organisasi, fraud, reputasi, cybersecurity, digital disruption, Artificial Intelligence, perubahan iklim, geopolitik, supply chain, regulatory change, business resilience, dan emerging risk. Dengan demikian, pembaca tidak hanya mempelajari teori dasar, tetapi juga diajak memahami bagaimana risiko berubah mengikuti perkembangan lingkungan bisnis.
Melalui berbagai studi kasus, latihan pengambilan keputusan, refleksi risiko, dan analisis skenario, buku ini mendorong pembaca untuk berpikir seperti seorang pengambil keputusan. Pada akhirnya, pesan utama buku ini adalah bahwa manajemen risiko bukan bertujuan menghilangkan seluruh risiko, melainkan membantu organisasi memahami, mengidentifikasi, mengukur, menganalisis, memutuskan, merespons, memantau, belajar, dan beradaptasi terhadap ketidakpastian.
Highlight Buku
* Manajemen risiko sebagai decision support, bukan sekadar pekerjaan administratif.
* Ketidakpastian tidak dapat dihilangkan, sehingga organisasi harus belajar mengelolanya.
* Risiko memiliki dua sisi, yaitu threat dan opportunity.
* Risiko dimulai dari tujuan organisasi, bukan sekadar dari daftar masalah.
* Pentingnya memahami perbedaan antara risiko dan masalah.
* Penerapan Enterprise Risk Management (ERM) secara terintegrasi.
* ISO 31000 sebagai salah satu fondasi dalam membangun pemikiran manajemen risiko.
* Risk appetite dan risk tolerance dalam menentukan batas risiko yang dapat diterima.
* Identifikasi risiko melalui berbagai metode seperti brainstorming, interview, workshop, document review, historical analysis, process analysis, PESTEL, SWOT, scenario analysis, dan pre-mortem.
* Pendekatan Risk Lens dengan tujuh perspektif: Source, Event, Impact, Probability, Velocity, Interconnection, dan Response.
* Pentingnya memahami risk velocity atau seberapa cepat dampak risiko muncul.
* Pentingnya risk interconnection karena satu risiko dapat memicu risiko lainnya.
* Pembahasan cybersecurity dan Artificial Intelligence sebagai risiko sekaligus peluang.
* Perhatian terhadap human capital, fraud, budaya, dan reputasi.
* Pentingnya business resilience dalam menghadapi gangguan dan perubahan.
* Pembahasan climate risk, geopolitical risk, supply chain risk, regulatory change, dan emerging risk.
* Penggunaan studi kasus dan scenario analysis untuk melatih kemampuan mengambil keputusan.
* Penekanan pada quality of reasoning dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan risiko.
* Mendorong manajer menjadi lebih sadar, terukur, adaptif, dan bertanggung jawab dalam mengambil risiko.
* Ketidakpastian tidak dapat dihilangkan, sehingga organisasi harus belajar mengelolanya.
* Risiko memiliki dua sisi, yaitu threat dan opportunity.
* Risiko dimulai dari tujuan organisasi, bukan sekadar dari daftar masalah.
* Pentingnya memahami perbedaan antara risiko dan masalah.
* Penerapan Enterprise Risk Management (ERM) secara terintegrasi.
* ISO 31000 sebagai salah satu fondasi dalam membangun pemikiran manajemen risiko.
* Risk appetite dan risk tolerance dalam menentukan batas risiko yang dapat diterima.
* Identifikasi risiko melalui berbagai metode seperti brainstorming, interview, workshop, document review, historical analysis, process analysis, PESTEL, SWOT, scenario analysis, dan pre-mortem.
* Pendekatan Risk Lens dengan tujuh perspektif: Source, Event, Impact, Probability, Velocity, Interconnection, dan Response.
* Pentingnya memahami risk velocity atau seberapa cepat dampak risiko muncul.
* Pentingnya risk interconnection karena satu risiko dapat memicu risiko lainnya.
* Pembahasan cybersecurity dan Artificial Intelligence sebagai risiko sekaligus peluang.
* Perhatian terhadap human capital, fraud, budaya, dan reputasi.
* Pentingnya business resilience dalam menghadapi gangguan dan perubahan.
* Pembahasan climate risk, geopolitical risk, supply chain risk, regulatory change, dan emerging risk.
* Penggunaan studi kasus dan scenario analysis untuk melatih kemampuan mengambil keputusan.
* Penekanan pada quality of reasoning dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan risiko.
* Mendorong manajer menjadi lebih sadar, terukur, adaptif, dan bertanggung jawab dalam mengambil risiko.
Buku ini cocok untuk
Semua Umur
Daftar Isi
Kata Pengantar v
Prakata Penulis viii
Daftar Isi xiv
BAGIAN I Memahami Risiko dan
Ketidakpastian
BAB 1 Mengelola Bisnis dalam
Ketidakpastian 1
BAB 2 Memahami Manajemen Risiko dan
Enterprise Risk Management 10
BAB 3 Melihat Risiko dari Berbagai
Perspektif 23
BAB 4 Identifikasi Risiko: Menemukan
Risiko Sebelum Menjadi Masalah 34
Bagian II Mengukur, Memutuskan, dan
Merespons Risiko
BAB 5 mengukur dan Menganalisis Risiko 45
xiv
BAB 6 Risk Appetite, Risk Tolerance, dan
Pengambilan Keputusan 59
BAB 7 Mitigasi, Pengendalian, dan Respons
Risiko 76
Bagian III Governance, Strategy, dan
Resilience
BAB 8 Enterprise Risk Management dan
Tata Kelola Risiko 97
BAB 9 Risiko Strategis dan Business
Resilience 115
Bagian IV People, Digital, dan Reputation
BAB 10 Human Capital, Budaya, Fraud, dan
Reputasi 132
BAB 11 Cybersecurity, Digital Disruption,
dan Artificial Intelligence 154
Cybersecurity, Digital Disruption, dan
Artificial Intelligence 154
BAGIAN V The Future Of Risk
Bab 12 The Future Of Risk 176
xv
BAGIAN VI Integrative Learning Integrative
Case
Bab 13 Ketika Sistem Digital Berhenti
Selama 12 Jam 198
Glosarium 210
Daftar Referensi 243
Profil Penulis 247
Prakata Penulis viii
Daftar Isi xiv
BAGIAN I Memahami Risiko dan
Ketidakpastian
BAB 1 Mengelola Bisnis dalam
Ketidakpastian 1
BAB 2 Memahami Manajemen Risiko dan
Enterprise Risk Management 10
BAB 3 Melihat Risiko dari Berbagai
Perspektif 23
BAB 4 Identifikasi Risiko: Menemukan
Risiko Sebelum Menjadi Masalah 34
Bagian II Mengukur, Memutuskan, dan
Merespons Risiko
BAB 5 mengukur dan Menganalisis Risiko 45
xiv
BAB 6 Risk Appetite, Risk Tolerance, dan
Pengambilan Keputusan 59
BAB 7 Mitigasi, Pengendalian, dan Respons
Risiko 76
Bagian III Governance, Strategy, dan
Resilience
BAB 8 Enterprise Risk Management dan
Tata Kelola Risiko 97
BAB 9 Risiko Strategis dan Business
Resilience 115
Bagian IV People, Digital, dan Reputation
BAB 10 Human Capital, Budaya, Fraud, dan
Reputasi 132
BAB 11 Cybersecurity, Digital Disruption,
dan Artificial Intelligence 154
Cybersecurity, Digital Disruption, dan
Artificial Intelligence 154
BAGIAN V The Future Of Risk
Bab 12 The Future Of Risk 176
xv
BAGIAN VI Integrative Learning Integrative
Case
Bab 13 Ketika Sistem Digital Berhenti
Selama 12 Jam 198
Glosarium 210
Daftar Referensi 243
Profil Penulis 247
REKOMENDASI


