Lewati ke konten
Website resmi PT PUBLISH JAYA PUSTAKA
Publish Jaya Navigasi
Beranda / Buku / Kita Yang Tetap Berjalan, Meski Tidak Selalu Baik- Baik Saja
Fiksi
Terbit Cover Kita Yang Tetap Berjalan, Meski Tidak Selalu Baik- Baik Saja
Fiksi Terbit

Kita Yang Tetap Berjalan, Meski Tidak Selalu Baik- Baik Saja

Cari Publish Jaya Kita Yang Tetap Berjalan, Meski Tidak Selalu Baik- Baik Saja di Google
ISBN Cetak 9786340552782 ISBN Terbit
eISBN / ISBN Digital — Belum Diajukan
Buku CetakRp78.000
Penerbit Penerbit Publish Jaya
Tahun Terbit 2026
Halaman 102
Ukuran A5
TENTANG BUKU

Sinopsis

Kita Yang Tetap Berjalan, Meski Tidak Selalu Baik-Baik Saja adalah buku reflektif dan motivasional yang mengajak pembaca memahami bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Melalui bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, Pricilia Natalia Torar menghadirkan tulisan yang seolah menjadi teman bagi seseorang yang sedang mengalami kehilangan, kecewa, merasa tertinggal, terluka, atau sedang berusaha menemukan kembali dirinya.

Buku ini dimulai dengan pengingat bahwa tidak semua orang yang terlihat baik-baik saja benar-benar sedang baik-baik saja. Ada luka yang tidak terlihat, kesedihan yang disimpan sendiri, dan kelelahan yang sering disembunyikan di balik senyuman. Penulis menegaskan bahwa menangis, merasa lelah, dan beristirahat bukanlah tanda kelemahan. Manusia tidak harus selalu kuat dan tidak semua persoalan harus diselesaikan dalam satu hari.

Selanjutnya, buku membahas luka yang tidak terlihat dan kehilangan. Pembaca diajak memahami bahwa proses penyembuhan setiap orang berbeda. Luka tidak harus dipaksa untuk segera hilang; terkadang yang diperlukan adalah menerima bahwa sesuatu pernah terjadi dan belajar hidup tanpa membiarkan luka tersebut mengendalikan masa depan. Begitu pula dengan kehilangan, tidak semua yang pergi harus dicari kembali. Ada saatnya seseorang harus menerima bahwa sebuah hubungan, harapan, atau keadaan memang telah berakhir dan kemudian belajar melanjutkan hidup.

Buku ini juga membahas ketika kehidupan tidak sesuai dengan rencana. Kegagalan dan penundaan tidak selalu berarti bahwa seseorang tidak cukup baik. Terkadang jalan hidup hanya berubah dan membawa seseorang menuju arah yang berbeda. Karena itu, pembaca diajak untuk berhenti menyalahkan diri sendiri, menerima hal-hal yang berada di luar kendali, dan tetap berusaha sambil membuka diri terhadap kemungkinan baru.

Salah satu pesan penting lainnya adalah agar pembaca tidak membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain. Setiap manusia memiliki waktu dan perjalanan yang berbeda. Apa yang terlihat sebagai keberhasilan orang lain hanyalah sebagian dari keseluruhan cerita mereka. Karena itu, keterlambatan bukan berarti kegagalan, dan langkah kecil tetap merupakan kemajuan.

Pada bagian berikutnya, penulis mengajak pembaca belajar melepaskan sesuatu yang sudah tidak lagi membawa ketenangan. Melepaskan bukan berarti kalah, melainkan dapat menjadi bentuk keberanian untuk menyelamatkan diri sendiri. Setelah itu, pembaca diajak berdamai dengan diri sendiri, memaafkan kesalahan masa lalu, menerima kekurangan, dan menghargai diri tanpa menjadikan penilaian orang lain sebagai ukuran nilai diri.

Buku kemudian menekankan pentingnya beristirahat. Istirahat bukanlah akhir perjalanan, melainkan cara untuk mengumpulkan kembali tenaga agar dapat melanjutkan perjalanan. Penulis juga mengingatkan bahwa seseorang tidak perlu menunggu sampai benar-benar hancur untuk mengakui bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak.

Memasuki bab tentang perjalanan menuju tujuan, pembaca diajak percaya bahwa pertumbuhan tidak selalu langsung terlihat. Seperti akar pohon yang tumbuh dalam diam, seseorang mungkin sedang bertumbuh meskipun belum melihat hasilnya. Perubahan besar dapat dimulai dari keputusan, kebiasaan, keberanian, dan satu langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Pada akhirnya, buku ini membawa pembaca pada sebuah harapan: hari ini bukan seluruh kehidupan kita. Satu hari yang buruk tidak menentukan seluruh masa depan. Masih ada hari esok, kesempatan yang belum datang, orang-orang yang belum ditemui, pengalaman yang belum dirasakan, dan versi diri kita di masa depan yang belum kita kenal.

Highlight Buku

* Tidak apa-apa jika kita sedang tidak baik-baik saja. Kita tidak harus selalu terlihat kuat.
* Menangis dan merasa lelah bukan tanda kelemahan. Keduanya merupakan bagian dari menjadi manusia.
* Luka membutuhkan waktu. Proses penyembuhan setiap orang tidak sama.
* Kehilangan bukan akhir dari kehidupan. Kita tetap memiliki masa depan meskipun kehilangan sesuatu yang berarti.
* Tidak semua yang pergi harus kembali. Ada hal-hal yang memang harus dilepaskan agar kita dapat melanjutkan hidup.
* Kegagalan tidak selalu berarti kita tidak cukup baik. Bisa jadi kehidupan sedang membawa kita ke jalan yang berbeda.
* Jangan membandingkan proses hidup kita dengan hasil hidup orang lain. Setiap orang memiliki waktu dan perjalanan masing-masing.
* Berdamai dengan diri sendiri berarti menerima diri tanpa berhenti bertumbuh.
* Istirahat bukan berarti menyerah. Istirahat adalah bagian dari perjalanan agar kita memiliki tenaga untuk melanjutkan.
* Langkah kecil tetap berarti. Pertumbuhan tidak selalu langsung terlihat.
* Jangan menilai seluruh hidup hanya dari satu hari yang buruk. Keadaan dan perasaan dapat berubah.
* Tetap berjalan dan tetap berharap. Selama masih ada kemauan untuk melangkah, perjalanan belum selesai.

Buku ini cocok untuk

Semua Umur

Daftar Isi

Pengantar Penulis ............................................................... v
Daftar Isi .......................................................................... viii
BAB 1 Kita Tidak Selalu Baik-Baik Saja ................................. 1
BAB 2 Luka Yang Tidak Terlihat ............................................ 8
BAB 3 Tentang Kehilangan ................................................ 15
BAB 4 Ketika Hidup Tidak Sesuai Rencana ......................... 23
BAB 5 Jangan Bandingkan Hidupmu .................................. 31
BAB 6 Ada Saatnya Kita Harus Melepaskan ........................ 39
BAB 7 Belajar Berdamai Dengan Diri Sendiri ...................... 47
BAB 8 Tidak Apa-Apa Untuk Beristirahat ............................ 56
BAB 9 Pelan-Pelan, Kita Akan Sampai ................................ 72
BAB 10 Kita Masih Punya Hari Esok ................................... 81
Catatan Penutup .............................................................. 90
Tentang Penulis ................................................................ 92
REKOMENDASI

Buku Terkait

Chat WhatsApp