Fiksi
Terbit
Fiksi
Terbit
BISIK-BISIK DI PASAR JONGKOK
Cari Publish Jaya BISIK-BISIK DI PASAR JONGKOK di Google
ISBN Cetak
9786340558197
ISBN Terbit
eISBN / ISBN Digital
—
Belum Diajukan
Buku CetakRp85.000
Sinopsis
Di sebuah rumah sederhana yang menghadap laut, kehidupan sebuah keluarga berjalan dengan penuh kehangatan. Meski hidup serba sederhana, kasih sayang, tawa, dan harapan menjadi kekayaan terbesar yang mereka miliki. Namun, semuanya berubah ketika sang ayah memilih meninggalkan keluarga. Sejak saat itu, rumah yang dahulu dipenuhi canda berubah menjadi ruang yang dipenuhi air mata, penantian, dan bisik-bisik orang di Pasar Jongkok.
Di tengah himpitan ekonomi, cibiran masyarakat, dan luka yang tak mudah sembuh, seorang ibu berjuang sendirian membesarkan lima anaknya. Dengan keyakinan yang tak pernah padam, ia menolak menyerah pada keadaan. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kesulitan, meski setiap langkah harus dibayar dengan pengorbanan yang luar biasa.
Dari rumah yang nyaris roboh hingga ruang-ruang kuliah, dari rasa minder hingga perjuangan menempuh pendidikan kedokteran, perjalanan keluarga ini dipenuhi kegagalan, kehilangan, doa, dan harapan yang terus diperjuangkan. Setiap bab menghadirkan potret tentang keteguhan seorang ibu, kasih sayang antar saudara, serta kekuatan untuk bangkit ketika hidup terasa paling tidak adil.
Bisik-Bisik di Pasar Jongkok adalah novel yang mengajak pembaca menyelami makna keluarga, ketabahan, dan mimpi yang tidak pernah boleh dikubur oleh keadaan. Sebuah kisah yang mengingatkan bahwa luka memang dapat mengubah arah hidup, tetapi cinta, doa, dan pendidikan mampu mengubah masa depan.
Di tengah himpitan ekonomi, cibiran masyarakat, dan luka yang tak mudah sembuh, seorang ibu berjuang sendirian membesarkan lima anaknya. Dengan keyakinan yang tak pernah padam, ia menolak menyerah pada keadaan. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk memutus rantai kesulitan, meski setiap langkah harus dibayar dengan pengorbanan yang luar biasa.
Dari rumah yang nyaris roboh hingga ruang-ruang kuliah, dari rasa minder hingga perjuangan menempuh pendidikan kedokteran, perjalanan keluarga ini dipenuhi kegagalan, kehilangan, doa, dan harapan yang terus diperjuangkan. Setiap bab menghadirkan potret tentang keteguhan seorang ibu, kasih sayang antar saudara, serta kekuatan untuk bangkit ketika hidup terasa paling tidak adil.
Bisik-Bisik di Pasar Jongkok adalah novel yang mengajak pembaca menyelami makna keluarga, ketabahan, dan mimpi yang tidak pernah boleh dikubur oleh keadaan. Sebuah kisah yang mengingatkan bahwa luka memang dapat mengubah arah hidup, tetapi cinta, doa, dan pendidikan mampu mengubah masa depan.
Highlight Buku
* Perjuangan seorang ibu — menggambarkan keteguhan seorang ibu yang membesarkan lima anak seorang diri setelah ditinggalkan oleh suaminya.
* Ketabahan menghadapi kesulitan hidup — keluarga harus menghadapi kemiskinan, kehilangan, cibiran, dan berbagai tekanan sosial.
* Pendidikan sebagai jalan keluar — pendidikan menjadi harapan utama untuk memutus rantai kesulitan ekonomi dan mengubah masa depan keluarga.
* Kasih sayang dalam keluarga — hubungan antara ibu dan anak serta solidaritas antarsaudara menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi kehidupan.
* Perjuangan meraih cita-cita — perjalanan dari kondisi serba kekurangan hingga menempuh pendidikan tinggi, termasuk perjuangan di bidang kedokteran.
* Bangkit dari keterpurukan — kisah ini menekankan bahwa kegagalan dan luka tidak harus menjadi akhir dari perjalanan hidup.
* Kekuatan doa dan harapan — doa, keyakinan, dan harapan menjadi energi untuk terus melangkah meskipun keadaan terasa tidak adil.
* Tekanan sosial masyarakat — cibiran dan bisik-bisik lingkungan menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi keluarga.
* Ketabahan menghadapi kesulitan hidup — keluarga harus menghadapi kemiskinan, kehilangan, cibiran, dan berbagai tekanan sosial.
* Pendidikan sebagai jalan keluar — pendidikan menjadi harapan utama untuk memutus rantai kesulitan ekonomi dan mengubah masa depan keluarga.
* Kasih sayang dalam keluarga — hubungan antara ibu dan anak serta solidaritas antarsaudara menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi kehidupan.
* Perjuangan meraih cita-cita — perjalanan dari kondisi serba kekurangan hingga menempuh pendidikan tinggi, termasuk perjuangan di bidang kedokteran.
* Bangkit dari keterpurukan — kisah ini menekankan bahwa kegagalan dan luka tidak harus menjadi akhir dari perjalanan hidup.
* Kekuatan doa dan harapan — doa, keyakinan, dan harapan menjadi energi untuk terus melangkah meskipun keadaan terasa tidak adil.
* Tekanan sosial masyarakat — cibiran dan bisik-bisik lingkungan menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi keluarga.
Buku ini cocok untuk
Semua Umur
Daftar Isi
PRAKATA ............................................................................. iii
DAFTAR ISI ........................................................................... v
RUMAH YANG MENGHADAP LAUT ................................... 1
CHAPTER 1 ANGIN DARI PANTAI .................................... 3
CHAPTER 2 SUARA MOTOR YANG TERLAMBAT
PULANG ............................................................................... 15
CHAPTER 3 MALAM KETIKA RUMAH BERUBAH ........... 37
CHAPTER 4 BISIK-BISIK DI PASAR JONGKOK ................ 43
CHAPTER 5 IBU YANG MENGETUK PINTU LANGIT ........ 47
CHAPTER 6 MENGETUK PINTU LANGIT ......................... 67
CHAPTER 7 BUKU-BUKU PERTAMA SI BUNGSU ........... 71
CHAPTER 8 SEKOLAH YANG TIDAK BOLEH PUTUS ....... 75
CHAPTER 9 PERTEMUAN YANG DINGIN ........................ 85
CHAPTER 10 MEJA OLYMPIC DAN SEBUAH SEPEDA ..... 89
CHAPTER 11 TIGA BESAR DAN CITA-CITA BARU ............. 93
CHAPTER 12 RUMAH YANG HAMPIR ROBOH ................ 97
v
CHAPTER 13 TAWA DI TERAS .......................................... 101
CHAPTER 14 KETIKA LUKA KEMBALI MENYALA ........... 105
CHAPTER 15 PINTU FAKULTAS KEDOKTERAN ............... 109
CHAPTER 16 KOTA DAN RASA MINDER ......................... 113
CHAPTER 17 BELAJAR MENJADI DOKTER ..................... 117
CHAPTER 18 SEBELUM MENJADI DOKTER ANAK ......... 121
CHAPTER 19 SUMPAH DOKTER ...................................... 125
CHAPTER 20 GAJI PERTAMA UNTUK IBU ...................... 129
CHAPTER 21 IKAN KERING YANG TIDAK TERLUPAKAN 133
CHAPTER 22 PINTU YANG LEBIH SEMPIT ...................... 137
CHAPTER 23 TAHUN-TAHUN YANG PALING BERAT ...... 141
CHAPTER 24 MASIH ........................................................ 145
CHAPTER 25 KETIKA BADAI MULAI DAPAT DIBACA ..... 149
CHAPTER 26 PASIEN ADALAH GURU ............................. 153
CHAPTER 27 ANAK-ANAK PEJUANG .............................. 157
CHAPTER 28 ORANG TUA YANG MULAI RAPUH ........... 161
CHAPTER 29 KABAR DARI BAPAK .................................. 165
CHAPTER 30 JENGUK YANG TERLAMBAT ..................... 169
CHAPTER 31 MENJELANG GARIS AKHIR ........................ 173
CHAPTER 32 UJIAN TERAKHIR ....................................... 177
CHAPTER 33 DOKTER ANAK ........................................... 181
CHAPTER 34 KEBAHAGIAAN IBU ................................... 185
CHAPTER 10 KABAR DUKA DI TENGAH BAHAGIA ......... 189
TENTANG PENULIS ............................................................. 193
DAFTAR ISI ........................................................................... v
RUMAH YANG MENGHADAP LAUT ................................... 1
CHAPTER 1 ANGIN DARI PANTAI .................................... 3
CHAPTER 2 SUARA MOTOR YANG TERLAMBAT
PULANG ............................................................................... 15
CHAPTER 3 MALAM KETIKA RUMAH BERUBAH ........... 37
CHAPTER 4 BISIK-BISIK DI PASAR JONGKOK ................ 43
CHAPTER 5 IBU YANG MENGETUK PINTU LANGIT ........ 47
CHAPTER 6 MENGETUK PINTU LANGIT ......................... 67
CHAPTER 7 BUKU-BUKU PERTAMA SI BUNGSU ........... 71
CHAPTER 8 SEKOLAH YANG TIDAK BOLEH PUTUS ....... 75
CHAPTER 9 PERTEMUAN YANG DINGIN ........................ 85
CHAPTER 10 MEJA OLYMPIC DAN SEBUAH SEPEDA ..... 89
CHAPTER 11 TIGA BESAR DAN CITA-CITA BARU ............. 93
CHAPTER 12 RUMAH YANG HAMPIR ROBOH ................ 97
v
CHAPTER 13 TAWA DI TERAS .......................................... 101
CHAPTER 14 KETIKA LUKA KEMBALI MENYALA ........... 105
CHAPTER 15 PINTU FAKULTAS KEDOKTERAN ............... 109
CHAPTER 16 KOTA DAN RASA MINDER ......................... 113
CHAPTER 17 BELAJAR MENJADI DOKTER ..................... 117
CHAPTER 18 SEBELUM MENJADI DOKTER ANAK ......... 121
CHAPTER 19 SUMPAH DOKTER ...................................... 125
CHAPTER 20 GAJI PERTAMA UNTUK IBU ...................... 129
CHAPTER 21 IKAN KERING YANG TIDAK TERLUPAKAN 133
CHAPTER 22 PINTU YANG LEBIH SEMPIT ...................... 137
CHAPTER 23 TAHUN-TAHUN YANG PALING BERAT ...... 141
CHAPTER 24 MASIH ........................................................ 145
CHAPTER 25 KETIKA BADAI MULAI DAPAT DIBACA ..... 149
CHAPTER 26 PASIEN ADALAH GURU ............................. 153
CHAPTER 27 ANAK-ANAK PEJUANG .............................. 157
CHAPTER 28 ORANG TUA YANG MULAI RAPUH ........... 161
CHAPTER 29 KABAR DARI BAPAK .................................. 165
CHAPTER 30 JENGUK YANG TERLAMBAT ..................... 169
CHAPTER 31 MENJELANG GARIS AKHIR ........................ 173
CHAPTER 32 UJIAN TERAKHIR ....................................... 177
CHAPTER 33 DOKTER ANAK ........................................... 181
CHAPTER 34 KEBAHAGIAAN IBU ................................... 185
CHAPTER 10 KABAR DUKA DI TENGAH BAHAGIA ......... 189
TENTANG PENULIS ............................................................. 193
REKOMENDASI


